Santa Pongsapak, Gemini Makan Pisang dan Printilan Konser LOL Yang Menarik untuk Dibahas
Santa Pongsapak menjadi nama yang tiba-tiba ramai dibahas masyarakat twitter hari ini. Minggu pagi - hari dimana saya boleh bangun tanpa harus buru-buru bangkit dari bantal. Sambil mengucek-ngucek mata, saya buka segala notif yang muncul di layar. Lalu muncullah satu yang menarik perhatian: Santa Got Injured.
![]() |
| Santa Pasca Insident LOL Concert Day 2 |
Makin di scroll, makin bikin hati terpotek.
Santa Pongsapak Udomphoch sustained a leg injury during an intense dance performance at the Love Out Loud Fan Fest 2026 : HEART RACE in Thailand. Despite the pain, he finished his stage before being taken to the medical team backstage. He has since clarified that it was just a mild muscle inflammation and his condition is improving
Santa Pongsapak atau belakangan lebih dikenal sebagai Santa JASPer adalah salah satu pengisi Love Out Loud Fan Fest 2026 : HEART RACE . Bukan yang paling muda, tapi kerap dianggap yang termuda diantara 24 penampil itu. Ya nggak heran, bodynya yang terlihat lebih imut dibanding yang lain, tapi lincah menari di atas panggung. Bikin dia seperti anak kecil pecicilan.
Saya nggak terlalu mengidolakan Santa, tapi tetap saja kabar bahwa kecelakaan itu terjadi pada konser LOL hari ke 2 - dari total 3 hari konser cukup bikin galau.
Halah-halah… emak-emak masih galauin dedek-dedek emesh aja?
Ssshhh…. Shut *p ur mouth, I’d rather enjoy my own happiness than bother other people.
Long short story, Santa bareng Pond, Phuwin, Joong, dan Gemini membawakan/ cover lagu “Run” BTS. Konon kabarnya, ini salah satu lagu yang sulit untuk di cover. Nah di tengah penampilan, ada bagian di mana mereka ini free style dan santa melakukan split. Dan saat itulah terjadi, saat dia mau split itu kakinya kelipat dan kayaknya juga karena sepatunya berat/ keras. Sempat berhenti sejenak lalu dia lanjut lagi.
Sampai lagu itu berakhir, kayaknya pada g sadar bahwa ‘split’nya Santa itu aslinya adalah accident. Baru setelah udahannya - saat di backstage ketahuan.
Pas baca bagian ini aja, saya langsung ter hah hoh hah hoh… bolak balik nyari video kejadiannya dan langsung setuju dengan komentar para fans yang bilang lagu Run dibawakan dengan baik, dan Santa berhasil menunjukkan profesionalitasnya: tetap menyelesaikan penampilannya walaupun dengan menahan rasa sakit. Dan ia berhasil - mencegah chaos di tengah penampilan.
I’m not your Die-hard fan, but I’m proud of you Tata.
The growth of Thai entertainment
Bagi yang mengikuti perkembangan entertainment di kawasan Asia sangat mungkin menyadari, meningkatnya minat terhadap Thailand dan Thai Pop - nya. Mulai dari drama seri yang semakin populer di berbagai negara, film berkualitas yang mendapat pengakuan internasional, hingga musik dan artis yang memiliki basis penggemar global. Platform digital dan media sosial juga berperan besar dalam memperluas jangkauan TPop ke seluruh dunia. Dengan kreativitas yang terus berkembang dan dukungan industri yang kuat, hiburan Thailand kini menjadi salah satu kekuatan baru di Asia yang semakin diperhitungkan di kancah internasional.
Apa sebabnya?
Good looking sudah pasti. Tapi lebih dari itu, ada satu hal yang ditemukan fans dalam Thai Pop tapi tidak ditemukan dalam K-entertainment (Korea) ataupun C-entertainment (China), yaitu rasa menjadi manusia - Celebrities are human too.
Artis hanyalah profesi, tidak ada bedanya dengan menjadi dokter, guru, perawat. Diluar pekerjaan, mereka menjalani kehidupan seperti biasa:
Naik BTS, bahkan hampir tengah malam, sendirian dan biasa aja.
Siang-siang naik ojol biar g macet, plus g pake helm. Kadang juga suka bonceng 3. Entah kenapa abang ojolnya mau-an aja, kadang kasian motornya
Jajan kaki lima atau di night market, makan sate-satean sambil nenteng kresek
Ketemu fans di tempat publik, biasa aja. Kalau pas lagi papasan balas senyum, kalau lagi buru-buru jalan terus pake kacamata kuda. No hurt feeling, fans juga pada ngertiin
Kalau lagi event, bebas berinteraksi sama fans alias mauan aja nanggepin.
Banyak jejak digital yang menunjukkan ‘kelakuan receh’ yang malah membuat fans nya ketawa malu. Definisi the real manusia penghibur.
Nggak banyak drama. Jika ada kesalahan, mereka minta maaf. Jika fans ada yang kelewatan, mereka pun biasanya berani menegur.
Pernah lihat pemandangan kayak begini?
Di Jakarta, artis main ke mall aja biasanya bawa rombongan seabrek: asisten pribadi, videografer - seakan setiap gerakan harus direkam. Mereka punya channel vlog masing-masing, yang bebas menayangkan apapun kegiatannya. Ini salah satu faktor penyebab menurunnya bisnis media seperti televisi, karena penonton tidak lagi menyalakan TV untuk menyaksikan idolanya, melainkan pindah ke youtube.
Sementara artis TPop, pada umumnya di bawah naungan agency. Program dan jadwal sudah di atur, sepertinya ini yang bikin mereka tidak memerlukan mengelola channel sendiri.
Lalu mengenai entertainment negeri tetangga yang terkesan kaku, serba dibatasi dan bahkan statement ke publik pun di atur agency. Sementara Thailand hadir dengan ‘artis penghiburnya’ yang terkesan lebih natural, bersikap sebagaimana manusia selayaknya. Saat bekerja ya mereka di depan kamera, mengikuti SOP event bahkan di kawal bodyguard. Di luar itu, mereka manusia biasa yang nggak khawatir ke gap penggemar lagi beli minuman di Seven Eleven.
Bagi saya, ini adalah salah satu alasan kenapa bisa betah nongkrongin Thai Pop. Entah bagaimana di balik layar industri ini, apakah agency memperlakukan mereka dengan adil/ tidak, apakah ada intimidasi/ tidak… yang pasti kita bisa melihat sorot mata yang hidup, ekspresi wajah yang tidak kaku serta mulut yang berani bicara mereka nyaman/ tidak.
Thailand berani mendobrak citra dunia hiburan—dari sosok publik figur yang selalu dikawal ketat dan terasa jauh, seolah hanya bisa dikagumi dari balik kaca, menjadi pribadi yang lebih dekat dan nyata: manusia yang tetap menjalani kehidupan sehari-hari seperti orang biasa.
The Power of Relationship
Sudah bukan rahasia lagi bahwa dunia hiburan Thailand lekat dengan “same gender relationship”. Tapi di sini saya tidak ingin membahas isu tersebut, melainkan bagaimana mereka bisa mengubah relationship menjadi satu hal yang disukai fans. Relasi yang dalam kacamata orang lain terlihat tulus, apa adanya dan tidak berlebihan. Persahabatan misalnya.
![]() |
| Closing LOL Concert Day 2 |
Saat Santa kecelakaan di panggung pertunjukan LOL, dimana tidak semua orang menyadari - bahkan sebagian besar artis yang ikut serta saat itu, dan beruntungnya lagi itu adalah pertunjukan terakhir. Sebelum konser di tutup, semua artis naik ke panggung untuk menyapa fans, dan saat itulah Santa naik ke panggung menggunakan kursi roda. Tebak reaksi teman-temannya? Ya sudah pasti kaget dan bertanya-tanya apa yang terjadi. Setelahnya, mereka memberikan ruang untuk Santa menenangkan diri dari segala emosi (yang pastinya saat itu sangat campur aduk): menyesal, marah, sedih, kecewa terhadap diri sendiri, khawatir akan mengganggu konser yang yang masih ada 1 hari lagi dan lain sebagainya.
Well, dalam banyak rekaman yang beredar, saya hanya bisa mendeskripsikan dengan satu kalimat “Betapa beruntungnya Santa, pada moment terberatnya, ia dikelilingi banyak teman yang mendukung,”.
Hasilnya, pada hari berikutnya, Santa tetap bisa tampil di konser - meski dengan penyesuaian sejumlah koreografi. Dalam waktu 24 jam, mereka berhasil memitigasi ‘kecelakaan’ menjadi perform yang tetap epic. What a professional ecosystem!
Belakangan saya tahu, banyak pihak bahkan petinggi GMMTV meminta Santa untuk beristirahat, karena khawatir akan kondisinya. Tapi yang terjadi, tidak ada jadwal pasca konser yang di cancel, semua berjalan seperti normal. Dan Santa tetap menjalani perawatan di tengah kegiatannya yang sudah terjadwalkan.
Gemini Makan Pisang
Selain incident Santa, ada banyak hal yang terjadi dalam konser yang terjadi selama 3 hari tersebut, yang tak kalah seru untuk dibahas. Durasi konser misalnya. Hari pertama dan kedua konser berlangsung selama 5 - 6 jam, dan di hari ketiga, durasinya mencapai 7 jam. Konon kabarnya, fans keluar dari Impact Arena sekitar pukul 1 dini hari. Wkwkwkw…ini ada rencana buat mecahin rekor MURI kah?
Sebenarnya nggak perlu heran juga, secara ada 24 orang yang tampil, total 50 lagu dibawakan, belum lagi chit chat kecil-kecilan yang biasanya justru ini paling dinantikan fans. Karena ada aja hal-hal seru yang disampaikan. So, dengan durasi sepanjang itu dikali 3 hari, sudah pasti stamina mereka oke oke semua.
Masih soal durasi, di hari ke 3, greeting penutup sepertinya durasinya lebih lama dibanding 2 hari sebelumnya, lalu sudah mendekati tengah malam, sampai ada yang nyaris ketiduran di panggung. Alih-alih dapat hujatan, potongan video yang beredar di medsos ini malah bikin fans semakin gemas dengan mereka. Yes, balik lagi, artis juga manusia, rasa lelah itu pasti ada apalagi setelah fullday event.
Terakhir, kita bahas performance. Ada dua performance yang menurut saya mencuri perhatian, Jimmy - Sea yang tampil dengan tema bintang-bintang lalu akrobat di udara yang bikin penonton histeris, serta Gemini Norawit dengan geng ‘plenger’nya yang sempat-sempatnya nyanyi sambil makan pisang. Nggak sempat makan kah Gem?
Well, soal aksi akrobatik Jimmy Sea, selain memang indah, tapi ini sekaligus juga diluar ekspektasi penonton. Sea memang atlet badminton, tapi Jimmy adalah dokter kecantikan. Dan selama ini mereka jarang menampilkan sisi akrobatik atau hal-hal ekstrem tersebut.
Jimmy dan Sea selama ini lebih dikenal sebagai duo kalem, apalagi dengan background Jimmy yang juga seorang dokter. Selama ini publik lebih notice, di setiap acara, jika ada Jimmy pasti ia akan merangkap sebagai tenaga medis. Pun saat LOL kemarin, pasca insident Santa Jimmy terlihat banyak berkomunikasi dengan medis, memantau kondisi Santa. Nggak heran dengan jokes para fans yang bilang kalau GMMTV nggak mau rugi, artisnya bisa double job jadi medis.
Belakangan, sejumlah video beredar menunjukkan betapa beratnya latihan yang yang dilakukan Jimmy dan Sea, untuk menghasilkan pertunjukan sehingga fans menjadi puas. Yess.. in this economy ya doc Jimm, keluar uang segitu harus worth it dengan kepuasan yang didapat fans :)
Lalu mengenai Gemini - seharusnya tidak perlu heran sih. Fans Gemini & geng plengernya ini (Phuwin, Boun, Perth, Book, Junior, William) harusnya sudah biasa melihat idolanya tampil dengan versi dangdut atau koplo ala-ala Thai. Tapi tetap saja, selalu ada gebrakan yang bikin fans nggak habis fikir, salah satunya mereka malah makan pisang saat nyanyi di panggung. Ada yang protes? Tentu saja tidak. Yang ada pertunjukan itu malah banyak yang bilang best performance dan sangat menghibur.
Well, masih ada banyak printilan yang menarik untuk dibahas. Tapi sepanjang apapun bahasannya, satu hal yang sejatinya dapat kita petik, ditengah segala sesuatu yang serba cepat, fabrikasi entertainment yang tak dapat dihindarkan, penonton tetap akan mencari kepuasan manusiawi: ketulusan, sikap yang terkesan apa adanya, tidak berjarak dan yang tidak akan lekang dimakan waktu: cerita tentang daya juang dan profesionalitas.
Ambil yang positif, abaikan yang tidak berfaedah.





Komentar
Posting Komentar