Fangirling Versi Kepala Empat: Ngefans Boleh, Kalap Jangan

Adalah sebuah hobi baru - yang kata sebagian besar ‘normal people’ sudah bukan waktunya lagi bagi saya. Fangirling. Iyes, nggak salah lagi. Fangirling alias aktivitas ngefans dengan idol, nggak cuma sekedar menikmati musik atau karyanya, tapi  juga ikut memberikan dukungan seperti koleksi merchandise, update dengan perkembangannya hingga ikutan event-event dimana mereka ada, misalnya nonton konser. 


Hal-hal seperti ini biasanya identik dengan remaja ataupun dewasa muda, single. Jadi ya nggak heran, perempuan kepala 4 dan punya anak ini pernah dapat komentar sinis “Kayak masih muda aja ngikutin gitu-gitu segala”. 


Lhoo heiii…. suami dan anak saya fine-fine aja tuh, beli tiket konser juga pake tabungan sendiri gak pinjam sana sini, kenapa situ yang repot? 


Eh eniwei itu cuma ada di kepala ya, yang keluar dari mulut lebih manis dan sopan kok, tenang aja :p


Selama senyum bahagianya bisa selebar ini, abaikan saja omongan-omongan julid itu :p


So, balik lagi soal hobi meng-idol tersebut, sampailah saya pada keinginan untuk nonton konser. Padahal, suasana konser yang berisik, banyak orang, padat, di ruangan tertutup - setidaknya itu itu gambaran yang ada di kepala saya - adalah hal yang sejak dulu saya hindari, Entah ini phobia atau apa, yang jelas saya tidak suka berada di tengah lautan manusia seperti itu, rasanya sesak dan susah bernafas. Tapi selama ini saya tidak terlalu memikirkannya, toh itu hal yang bisa dihindari? 


Tapi gara-gara hobi baru ini, lalu muncul rasa penasaran ingin ketemu langsung dengan mereka - yang salah satu kesempatannya adalah lewat konser, jadilah saya berani melawan rasa takut tersebut. Tentu saja nggak gampang, saya “latihan” hampir 2 tahun lamanya, hingga akhir 2025 saya berani nonton konser sendirian. Woww… terimakasih diriku :) 


Sekali nyoba bikin ketagihan? Iyyaaaa banget!! Pertama rasa puas atas keberanian diri sendiri, selanjutnya menyadari ‘perform yang nggak abal-abal’ memang semenarik itu. I really enjoy the stage, lighting, sound and the idol performance. 



Maka bekerja keraslah sampai kamu bisa belanjakan untuk hal-hal yang kamu suka


Tapi satu hal yang saya syukuri hobi fangirling ini muncul di usia matang adalah self control. Yes, sesuka-sukanya, saya bisa menahan diri untuk tidak beli merchandise berlebihan. Punya 1 - 2 merchandise saja sudah cukup memberi rasa bahagia. Belum lagi event-event sang idol. 


Mungkin kalau hobi ini muncul di usia 20an, besar kemungkinan saya kerjaannya cuma dari satu event ke event lainnya, fomo pastinya. Tapi di usia segini, yang dicari bukan lagi soal ‘tidak mau ketinggalan’ tapi lebih ke selektif memilih event/ konser. Apakah worth it harganya, pas waktunya dll. 


Yang bikin repot adalah, saya bukan ngefans ke satu idol atau group, tapi ngefans idol satu agency ahahahah…. 


Apakah sudah bisa ditebak kemana arahnya? Yess betulll… apalagi kalau bukan GMMTV hahahha…agency sekaligus PH di Thailand yang menaungi lebih dari 150 artis (data 2026). Nah berabe kan ngidolain artis sebanyak itu? Yaaa walaupun nggak semua juga saya kenal, tapi setidaknya ada sekitar 20 - 30 nama yang menarik perhatian saya. Bukan hanya soal kemampuan aktingnya, karya musik/ dancenya, tapi juga soal sikap/ attitudenya sehari-hari, mulai dari yang sopan hingga yang receh bikin ketawa, pendidikannya yang nggak kaleng-kaleng, rata-rata lulusan universitas ternama dengan jurusan yang bukan ala kadarnya: dokter hewan, dokter gigi, dokter umum, dokter kecantikan, pilot, pramugari, atlet nasional, IT… ah sudahlah. Iri sama privilege mereka :)


Apalagi GMMTV ini pinter banget bikin event yang kece-kece, yang bikin ribuan fans rela merogoh kocek juta-jutaan. Ya oke, ini g lepas dari tangan dingin CEO nya,  sosok eksekutif bisnis di balik konglomerat hiburan Thailand. Konon kabarnya, perusahaan ini nyaris gulung tikar lalu bangkit lagi berkat ide ‘di luar nurul’ CEO nya ini.  


Nah, salah satu event besar GMMTV tahun ini, Loud of Love (LOL) 2026: Heart Race - salah satu konser yang saya idamkan tahun ini. Bayangkan, dengan merogoh kocek seharga 2 - 5 juta, kita bisa menikmati penampilan 24 orang, selama 5 jam dengan total 50 lagu dibawakan, di panggung sebesar Impact Arena - salah satu arena indoor terbesar di Thailand untuk konser-konser internasional, kapasitas 12 ribu penonton. Woww… siapa yang nggak ngiler coba? Belum lagi pastinya ada maskot-maskot gemoy yang bakal wara wiri.. Sangat sayang untuk dilewatkan.


Boneka bukan sembarang boneka :D 

Jauh-jauh hari sudah cari jasa war tiket terpercaya. Kenapa nggak beli sendiri? Karena susaaahhhh sekali. Sudah bukan rahasia lagi kalau belakangan Thai Pop - entertainment asal negeri gajah putih ini lagi naik daun. Dan apesnya, buat warga Indonesia dimana kekuatan internet tidak jauh lebih baik dari kekuatan paspor hijau, harus bersaing dengan fans asal China yang internetnya sudah sangat sat-set.Nggak cuma internetnya, mereka juga sudah sangat terbiasa mengandalkan bot-bot untuk bisa maju paling depan. Soal mekanisme bot ini saya masih g begitu paham sih. Waktu dan tempat dipersilahkan bila ada yang bisa menjelaskan dengan lebih mudah. 


Intinya, saya gagal mendapatkan tiket. Dari 3 x 12 ribu tiket tersedia, ludes dalam waktu 1 jam an saja. Sedih sih, gagal sudah impian melihat panggung megah. Sempat kepikiran beli tiket dari semacam calo, tapi harganya sampai 3 - 5 kali lipat. No no lah… saya masih waras. Masih ada youtube kok yang bisa dinikmati sambil rebahan - walaupun akhirnya malah join group live streaming berbayar 15 ribu untuk 2 hari, plus dapat rekamannya versi HD. Hahhaa…   


Nonton konser sambil yoga :p 



Komentar

Postingan Populer